Review Sunshine Becomes You

Sabtu, 14 April 2012



Sunshine Becomes You

by Ilana Tan

“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York… Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan… Tentang impian yang bertahan di antara keraguan… Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat. Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.

Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.

Gramedia Pustaka Utama 2012

Natha: Kelar membaca dalam semalam! Setelah full baca buku ini dari jam 7 sampai 11 malam, maka ijinkan aku mengomentari buku ini ya. *wink*
Aku ikut serta PO Sunshine Becomes You (SBY) sejak beberapa minggu lalu, yang bikin aku punya kesempatan buat membacanya lebih awal. Tapi buku ini sudah beredar luas di pasar koq, pasar Jakarta paling tidak.
Sempat merasa penasaran dengan buku ini juga karna tetralogi Musim milik Ilana sudah menarik hati sejak lama. Jadi ekspektasi untuk buku ini besar sekali. :)) Sebelum kalian lanjut membaca, silakan tutup review-ku, karena ini rawan spoiler. *grin*

Mia Clark, suka menari, lulusan sekolah seni yang terkemuka di New York dan punya cita-cita menjadi seorang penari profesional dan pentas di panggung Broadway. Namun, ia terpaksa harus memupuskan mimpinya dan menjadi seorang pengajar tari. Alasannya? Tidak ada yang tahu kecuali orang-orang terdekatnya.

Alex Hirano, seorang pianis terkenal, lulusan sekolah seni di New York dan memiliki pandangan yang 'agak' pesimis terhadap dunia. Baginya, bila ia tidak merasakan senang hari ini, maka orang lain juga tidak boleh. Ia dapat berubah menjadi seseorang yang sangat menyebalkan kalau ia mau. Terlebih setelah ia harus membatalkan seluruh konsernya...

Apa jadinya kalau mereka berdua bertemu? Alex tidak mendapatkan inspirasi yang ia mau untuk lagu barunya, melihat kekesalan sang kakak, Ray Hirano, mengajak Alex untuk pergi ke tempat sang adik mengajar tari. Iya, Ray adalah salah satu b-boy dan mengajar di sebuah sekolah tari atas bujukan Mia. Pertemuan pertama Mia dan Alex tidak mengesankan, tapi 'sangat' mengesankan. Mia jatuh dari atas tangga dan menimpa tubuh Alex hingga kehilangan keseimbangan dan membuat tangannya terkilir. Ini membuat Alex harus membatalkan seluruh konsernya.

Merasa bersalah, Mia berusaha memperbaiki kesalahan yang telah ia buat. Ia menawarkan diri untuk menjadi 'tangan kiri' Alex, yang diartikan oleh sang lelaki sebagai 'pesuruh'. Dan begitulah hari-hari Mia-Alex dimulai. Mia setiap pagi datang ke tempat Alex dan merapikan rumah. Sore hari akan kembali sesuai perintah Alex, entah untuk membuatkan makan malam atau yang lain.

Cinta muncul karena terbiasa.

Mungkin itulah yang terjadi pada Mia dan Alex.
Mia tidak pernah menyangka Alex yang begitu ketus dan semena-mena dapat berubah menjadi kebalikannya. Dan senyuman Alex yang ditujukan kepada dirinya sanggup membuat jantungnya berdetak tak beraturan seiring dengan wajahnya yang memerah. Alex tidak pernah menyangka Mia yang ia kira malaikat kegelapannya dapat tertawa seindah matahari. Tidak mungkin malaikat kegelapan punya tawa seindah itu.

Seharusnya segala berjalan mulus untuk keduanya. Namun buat Mia tidak semudah itu... (view spoiler) Aku harus memaksa diri untuk tidak kebablasan menulis keseluruhan cerita secara lengkap di sini. :)) Yang pasti buku ini romantis, sweet, sedih tapi sangat worth buat dibaca. Mungkin ceritanya mampu bikin berkaca-kaca, tapi tidak sesedih yang bisa bikin nangis bombay, mungkin karena aku kurang sensitif? :p Aku tidak akan membandingkan buku ini dengan tetralogi Musim, karena mereka berbeda. Coba baca ini tanpa membandingkan, pasti ketemu asyiknya baca buku ini deh.

Sempat ada beberapa pertanyaan yang muncul saat membaca, dan tidak bisa terjawab sampai akhir, tapi biar itu untuk konsumsi pribadi. *wink*
Adegan terfavorit hanya satu, saat Mia dan Alex saling memberikan kado Natal. Aih, di sana Alex sweet sekali! *jejeritan* Tidak sia-sia menunggu lama buat buku Ilana yang ini, ketebalannya oke banget! :p Oh, aku sempat kepingin menjitak keduanya karena selalu berprasangka buruk satu sama lain hampir sepanjang buku, tapi untunglah kadar 'pingin-jitak'-nya tidak besar. :))

Overall, kalau kamu suka cerita-cerita romantis, sweet dan bikin melting, kamu kudu-mesti-wajib baca buku ini.! Happy reading!

Amelia: Rasanya aneh sih emang, cuma kasih 2 bintang dimana orang2 pada kasih 5 bintang, seengganya yg paling rendah itu 4 bintang. Dari awal emg saya udah berminat kasih buku ini 2 bintang, tp setelah mempertimbangkan berbagai hal, saya sempet naikin jadi 3 bintang, tp akhirnya saya balikin lg ke 2 bintang, dan ngedit reviewnya. Terlalu rendah kah? Yah tapi emg menurut saya ratenya segini. Ohiya sebelumnya no offense ya buat yg fanatik ama buku ini, dan no hard feelings buat penggemarnya Ilana. Ini murni review pribadi kok. Namanya kan pendapat. Yaa, boleh dong beda :)

Jadi ini review saya:Ceritanya cukup, oke jujurnya amat sangat klasik, tentang kakak beradik yang memperebutkan cinta seorang gadis berkepribadian menarik. Dan sentral dari cerita di buku ini si gadis sih, yg namanya Mia Clark, dan kedua kakak beradik itu, yg nantinya ada satu dr mereka yg punya peran sangat dominan sampe di akhir cerita, yg konon banyak org nangis karena tingkah2 dia yan bener2 wow. Selanjutnya, saya gamau kasih cerita apa2 tentang plot. Biar yg lain membaca sendiri, tanpa harus ada yg kasih tau. I'm not going to spoil anything here. Seengganya biar orang2 yg lain ga mengalami kekecewaan yg saya rasakan.

Saya sendiri sebenernya kecewa sama buku ini gr2 saya dg tidak sengaja membaca salah satu review seseorang di goodreads, dan nampaknya dia cukup ngespoil hal penting yg bener2 bikin saya menduga2 sepanjang waktu, dan ini cukup ngeselin sih. Apalagi ditambah dugaan saya benar. Jadi deh. Dan mungkin kalo saya ga baca review yg harusnya dispoilerin itu saya ga bakal sekecewa ini, dan mungkin aja saya nangis. Tp entah sih. Soalny emg dari awal saya sebenernya cukup menaruh harapan besar pas saya titip temen saya PO buku ini, tp jujur, diancurin dg review tak berspoiler, dan ending yg sangat agak ketebak itu gr2 reviewnya.

Hngg, saya sendiri ga nangis bombay pas baca, dan jujurnya ngantuk, agak bosen, dan pengen give up padahal udah mau halaman2 terakhir. Saya entah kenapa ga dapet feelnya pas baca buku ini. Gatau rasanya setiap kata2 yang ada dibuku ini, yg melan dan sedih2 itu bener2 mental. Saya ga dapet penggambaran emosinya. Saya ga bisa bayangi apapun, kecuali apartemen Alex. Sisanya kabur gambarannya. Dan saya ga dapet pesan ato perasaan khusus yg setelah saya baca buku ini. Bener2 ga ada something spesific feeling. Saya ga kesel gara2 baca buku ini, tp saya cuma merasa kok kayanya buku ini tuh kosong.

Ntah emang karena genre saya yg udah kaga romance2 galau, ato gara2 cerita yang terlalu menye padahal ini metropop yg kata temen saya ga labil ceritanya, atau mungkin karena saya duluan yg udah sewot gr2 ga sengaja baca review yg harusnya di spoiler, atau jg mungkin gara2 emg dari awal saya jujurnya memiliki keraguan yg besar sama author indo, dan emg pangling lah, tp saya rasa saya cukup objektif disini pas baca buku ini. Saya terbuka pas baca, siap menyerap apapun yg ada dibuku ini dan saya menaruh harapan besar sma buku ini. Tp kenyataannya buku ini tidak menjawab harapan saya akan buku berauthor indo yang bagus. Satu lagi buku berauthor indo yg tidak memuaskan, bahkan agak mengecewakan buat saya. Saya sendiri sebenernya cukup ga tega kasih rate buku ini 2, mengingat buku ini sempet bikin saya berkaca2 walopun saya sendiri gatau kenapa, dan saya berasa kosong pas baca dan berkaca-kaca. Ga sedih/terharu/ apa. Tp tetep, rasanya emosi dan feel dr buku ini, gak kena sama sekali, dan saya harus objektif dong. Jadi rate bukunya 2 saja. Saya ga nyesel beli buku ini, dan ga nyesel baca karena pada akhirnya keraguan saya akan buku ini terjawab. Yg saya sesali hanya ketidaksengajaan saya membaca review tak berspoiler yg menspoil semua dan buku yg tidak sesuai harapan saya. Alasan ga nyesel terutamanya sih gara2 buku ini, saya jd bisa dg yakin merubah keputusan saya, yg tadinya mau beli boxset season, jadi ga deh. Rasanya bener2 cukup tau deh Ilana dan karyanya kaya gimana :)

Putri: Ilana Tan merupakan salah satu penulis yang mampu membuat pembacanya rela menghabiskan waktu berjam-jam demi menamatkan sebuah novel berhalaman 432 ini.

Sama seperti novel Tetralogi 4 Musimnya yang berhasil mengaduk-aduk emosi para pembaca, Sunshine Becomes You pun berhasil membuat pembaca larut akan emosi yang diciptakan oleh Ilana Tan.

Menjadikan kota New York sebagai lokasi-mengingat itu memang salah satu ciri khas Ilana Tan yang selalu berlatarkan kota-kota di luar Indonesia- makin membuat para pembaca enggan untuk berhenti, atau mungkin ingin membaca berkali-kali.

Jalan cerita yang kali ini menjadi pilihan Ilana Tan mungkin bisa dibilang relatif klasik tentang dua orang kakak beradik yang sama-sama mencintai wanita yang sama, tapi Ilana Tan yang selalu mampu memanjakan imajinasi pembacanya ini menghadirkan profesi pianis, b-boy, serta penari temporary sebagai profesi ketiga tokohnya membuat kisah ini jauh dari biasa.

Kekuatan karakter dalam cerita ini pun sangat terasa kuat

“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.- Mia Clark”

"Kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernafas, aku akan selalu mencintainya. Sepenuh hatiku. Selamanya.- Alex Hirano"

Ivanna: Waaaaaaaaaaaa…. Bagusss.. akhirnya nemu novel Indonesia yg bagus lagi..

Alex Hirano yg di ajak adiknya Ray untuk menemui gadis yg di sukainya ke tempat gadis itu mengajar malah apessss ketiban :d cewek dari tangga. Cewek yg pengen mereka temui Mia Clark. Alex yg seorang pianis terkenal harus membatalkan semua jadwal konsernya sampai pergelangannya sembuh dari ketiban Mia.

Mia ngerasa bersalah pada Alex, dan karena ga bisa ganti secara materi akhrinya sepakat sama Alex buat bentu2 di apartemen Alex sampai pergelangannya sembuh.

Alex yg sinis banget sama Mia dan menganggap Mia sebagai Malaikat kegelapannya ga membuat semua mudah. Namun pas Mia nganter Alex ke sekolah mereka Julliard, pendapat Alex terhadap Mia mulai berubah. Alex juga terpesona dengan tawa Mia. Mia juga tersepona gitu dehh.. pertama kali liat senyum ‘asli’ nya Alex bukan senyuman sinis yng biasa dia dapet.

Semakin lama kenal mereka berdua perasaannya makin ga jelas. Alex yg setelah tau keadaan Mia yg sebenernya makin protektif sama Mia mpe minta tinggal bareng. Mia juga suka sama Alex, namun dia tidak membiarkan ada cinta dalam hidupnya dengan keadaanya dia yg seperti itu.

sebenernya mo kasih 5 bintang. cuma pas saat akhir2nya Mia.. ga banyak Mia nya...