Review 9 Weddings and a Wish (The Romantic Girls Series #2)

Selasa, 01 Mei 2012




9 Weddings and a Wish (The Romantic Girls Series #2)

by Ifa Avianty

Anna: Aku telah lama memendam perasaan yang dalam pada lelaki itu, tapi aku sungguh tak mau merusak persahabatan….

Ferina: Laki-laki itu menatap saya surprised. Hati saya berdentum. Ya, Tuhan, apa yang telah saya lakukan dengan berkata mencintainya…?

Daisy: Katanya yang datang adalah calonku, tapi kok calonnya Sonia sih? Tuhan, belum cukupkah patah hatiku?

Sonia: Jadi dia sengaja menyuruh saya mendesain jas pengantinnya, untuk pamer kalau dia akhirnya mendahului saya menikah?

Tere: Aku pernah ditinggal menikah oleh laki-laki yang kucintai. Sudah cukup lama, sampai seseorang lain membuka pintu yang sudah berkarat di hatiku.

Happy: Selama ini saya membayangkan dia hanya pantas jadi bapak saya. Usianya lima puluh lima tahun, dia bukan pria impian untuk saya nikahi.

Tricia: Apakah cinta saja cukup untuk membuat kita bertahan dalam sebuah pernikahan?

***

Satu persatu The Romantic Girls menemukan pasangan hidup. Satu persatu mulai menapaki kehidupan pernikahan. Namun, telah tepatkah pilihan mereka terhadap pasangan masing-masing? Akankah pernikahan menjadi ujung pencarian kebahagiaan mereka, atau malah sebaliknya, pernikahan hanya awal dari serangkaian masalah dalam kehidupan mereka? Sekuel Friendloveship ini kembali akan memainkan emosi Anda sebagai perempuan.

Lingkar Pena Publishing House 2011


Rahmadiyanti: Lebih lincah dan seru dibanding buku pertama. Konfliknya makin berliku. Setiap tokoh mendapat porsi yang cukup imbang sehingga pembaca makin mengenal dan menyelami karakter dan konflik para tokoh, meski ada beberapa karakter tokoh yang cenderung mirip (misal: dari gaya bicara).

Penulis memang story teller yang baik. Sekian ratus halaman bisa tandas dibaca dalam sekejab, nggak membosankan dan membingungkan walau tokohnya banyak. Dan tema pernikahan memang asyik. Belum terlalu digali sih tema besarnya, lebih banyak ke perkenalan dan proses the wallflowers dengan para pria menuju pernikahan. Mungkin nanti di buku ketiga, lika-liku pernikahan 12 sahabat akan lebih banyak terungkap.

Winona: awalnya sempet bingung soalnya tokoh yang ditampilkan banyak dan saling berhubungan, tapi justru itu yang jadi keunikannya plus ending yang bikin terenyuh

Esti: Agak bingung ngikutin jalan cerita. Apa karena tokoh terlalu banyak atau aku belum baca buku sebelumnya?