Review Friendloveship (The Romantic Girls #1)

Selasa, 01 Mei 2012




Friendloveship (The Romantic Girls #1)

by Ifa Avianty

"Jangan-jangan kita dikutuk..."

"Eh, maksud lu?"

"Kita selusin wallflower ini, belum ada satu pun yang married. Kali aja kutukan masa lalu, yang ekna nenek moyang kita. Terus menurun ke kita semua..."

"Kutukan kok kena dua belas-dua belasnya..."

***

Ini memang bukan kisah Twelve Dancing Princesses. Tapi ini adalah kisah dua belas perempuan yang dipertemukan karena kesukaan mereka pada novel dan drama romantis.

Suka duka mereka jalani hingga usia menapak dan satu persatu mulai membutuhkan pendamping hidup. Ketika itulah mereka mulai menyadari bahwa hidup tak seindah roman yang mereka baca atau film yang mereka tonton.

Persahabatan mereka juga mulai diuji. Apa yang terjadi ketika dua sahabat jatuh cinta pada lelaki yang sama? Relakah salah satu berkorban untuk yang lain? Dan benarkah para pria yang mendekati dan mengaku jatuh cinta pada mereka, adalah belahan jiwa sesungguhnya?

Kegelisahan sebagai perempuan lajang, suka duka mencari Mr. Right, kesedihan, cemburu, kebahagiaan, mewarnai kehidupan mereka. Sebuah novel romantis yang akan mengaduk emosi Anda sebagai perempuan.

Lingkar Pena Publishing House 2011

Nike: aaaaa.... mbak Ifa selalu membuat cerita menarik. kali ini tentang genk cewe yg terdiri dr 12 org cewek yg usianya memasuki 30 tahun tp blom jg dapet jodoh sampe akhirnya salah satu dr mereka mencetuskan ide piala bergilir sebagai hadiah pernikahan. nyatanya mereka akhirnya satu per satu menemukan pasangannya masing2,tp ya itu.... banyak cerita yg kemudian berkembang.

Mbk Ifa selalu membawa saya masuk ke dalam ceritanya. buku ini rencananya akan dibuat 3 seri klo ga salah. kurang lebih buku ini msh berupa perkenalan gitu deh, semua msh dengan prosesnya, blom pada keliatan ujungnya sama siapa.

saya merasa lebih menyukai cerita Love in Rainy Days, tapi buku kedua seri ini pastinya akan saya nantikan ;

Hairi: "Jangan-jangan kita dikutuk..."

"Eh, maksud lu?"

"Kita selusin wallflower ini, belum ada satu pun yang married. Kali aja kutukan masa lalu, yang kena nenek moyang kita. Terus menurun ke kita semua..."

"Kutukan kok kena dua belas-dua belasnya..."

***
Itulah sepotong dialog yang bisa kita baca di cover belakang sebuah novel (serial mungkin pasnya) yang berjudul Friendloveship. Bercerita tentang 1 lusin sahabat (ga nanggung2 tuh selusin).. 12 sahabat euy yang berada di usia mapan tapi belum juga ketemu jodohnya. Hingga kemudian ada celutukan dari salah satu mereka, mengira, menduga-duga apa mereka dikutuk? Jadi kok ya ketika teman2 atau bahkan adik2 di bawah mereka udah menikah dan punya anak, mereka teteup aja jadi jomblo.

Hal itu kemudian mementik sebuah ide dari salah satu mereka untuk mempersiapkan sebuah piala bergilir. Yups.. Piala buat memotivasi mereka menemukan jodohnya masing2. Siapa yang duluan menikah akan dapat piala itu… truss aja bergilir sampai yang terakhir menikah lah yang akan menjadi pemilik piala itu.

Ide yang ga banget buat mereka dan sebagian malah mentah2 menolaknya, tapi toh hal itu jadi bikin mereka berpikir juga. Bikin tambah galau Bu…. Dan tambah 'terbirit-birit' buat menemukan jodoh. Hihihihi…..

Beragam cerita dan masalah pun hadir di hari2 mereka dalam usaha pencarian dan menanti jodoh. Suka duka para perempuan lajang. Salah satu ceritanya.. apakah ketika kita sudah berada di usia matang kemudian kita terima saja siapa yang datang? Jadi ingat puisinya kak Fitri deh *pinjam puisinya ya kaaa….*

Apakah ini cinta

Ataukah keputusan yang salah

Apakah kau belahan jiwa

Atau karena kutelah putus asa

Karena ada 12 tokoh yang diceritakan dengan karakter yang beda-beda, juga masalah yang beda2.. silakan temukan sendiri mana cerita yang kamu banget. :p
Ini novel yang paliiiing saya suka dari novel2 mbak Ifa yang lain yang beredar di 2011 ini. Mungkin karena temanya yang seputar jomblo kali yaa.. jadi lebih ngena gitu, lebih bisa in dalam ceritanya. Tapi mbak Ifa emang pinter bener bikin kita.. apa yaa… merasakan jadi tokoh dalam cerita yang beliau tulis. Cerita2 di sini juga masih teteup dengan gaya menulis mbak Ifa yang gurih dan renyah. Krenyes2 gitu bacanya.. ga kerasa udah abis aja.

Novel ini juga bercerita tentang betapa tak menyenangkannya ketika ditanya 'kapan nikah?' dan pertanyaan2 sejenis yang menjurus ke arah itu yang ditujukan pada seorang wanita lajang. Hehehehe…..

'Perempuan hanya bisa memilih. Jangan jejalkan pertanyaanmu padaku. Betapa setelah ini kuharap kak Nata atau siapapun berhenti bicara tentang pilihan yang seringkali tak dimiliki seorang perempuan. Secantik, sepintar dan sekaya apapun dia.' (Hal 57)

Tak ada gunanya aku merancang tentang pernikahanku sendiri, meski hingga berjilid-jilid tebalnya, jika tak ada yang tertarik untuk mewujudkannya bersamaku.

Jangan menangis, An. Sepuluh ember air mata yang kauteteskan tak akan pernah berarti apa-apa, karena kamu tak dapat memutar kembali waktu yang berlalu (hal. 208)

Pernikahan adalah satu hal yang kalau bisa hanya sekali seumur hidup kujalani. Sama seperti kematian dan kelahiranku. Maka, sebesar apapun dan sekuat apapun perasaanku, harusnya ada akal sehat dan tangan Tuhan yang selalu menyertaiku (Hal. 226)

Novi: Salah satu buku yang aku layout :)

Cocok banget buat lajang yang sedang mencari cinta... Ada 12 kisah di sini...

Kira-kira kamu seperti siapa di antara 12 itu? Hehehe...

Seperti biasa, bahasanya ngalir dan enak, khas Mbak Ifa...

Beruntungnya, ini novel ke-5 Mbak Ifa yang aku layout :D

Lama-lama, bisa jadi fansnya Mbak Ifa, nih :

Ri-Rin: Tiga bintang untuk 12 karakter perempuan yang mampu digambarkan Mbak Ifa dengan cakap. Secara membuat tiga karakter saja susyaaaahhh ....
"Too much kamprets will kill you". haha ... kalimat ini selalu berdenging di telingaku, dan Mbak Ifa telah mengubah syair lagu kesayanganku.

Susie: buku ini adalah hadiah tak disangka yang datang dari kota ksatria, purwokerto.

terima kasih kepada filly ulfa K dan Ajeng agustin P.
bukunya kereeenn...!!!

seneng deh baca buku ini.

tapi aku beberapa kali termangu dan diam kemudian berfikir... dan menangis *halah.. alay deh gue

12 wallflowers... yang menemukan jodohnya dengan cara mereka sendiri.
tersakiti, disakiti, dan semua rasa yang teraduk dalam adonan cinta itu begitu apik disajikan dalam novel ini.

yuk ah. mari kita baca lagi novelnya

hehe