Review Berjuta Rasanya

Sabtu, 11 Agustus 2012



Berjuta Rasanya

by Tere Liye (Goodreads Author)

Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan.

Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan.
Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa dia akan sempat membacanya.

Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik."

Selamat membaca cerita-cerita Berjuta Rasanya.
Kalian akan merasakan remuk seketika tepat di dada saat membaca buku ini. -- Fatimah Ratna Wijayanthi, Karyawan

Cinta adalah sekumpulan paradoks yang membingungkan. Maka meskipun menyakitkan, cinta tetaplah membahagiakan. Bacaan yang tepat, bagi mereka yang ingin mengeja makna cinta, patah, dan hati. -- Galih Hidayatullah, Mahasiswa

Saya bahkan sampai 5 kali membacanya tanpa bosan. Sebuah karya yang patut dinikmati lagi, lagi, dan lagi. -- Sulistyowati, Ibu Rumah Tangga

Saya memang menyelesaikan membaca novelnya dalam waktu singkat. Tetapi setelah saya baca, membutuhkan waktu yang lama sekali merenungkan isi ceritanya. -- Rian Mantasa SP, Mahasiswa

Buku galau, yang mengobati galau. --Hanif Khoiriyah, Mahasiswi

Penerbit Mahaka 2012

Annisa: “Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.”

Agak beda dari biasanya, kali ini Tere Liye mengeluarkan karya berupa kumpulan cerita pendek. Temanya? Cinta.. Tapi jangan salah, 15 cerita ini sungguh bukan kisah cinta biasa. Bang Tere Liye berhasil merangkai 15 kisah cinta yang menggelitik peresepsi kita sendiri tentang apa itu cinta dan segala pernak perniknya.

Tentang kesalahan sudut pandang wanita (dan mungkin juga laki2) tentang definisi kecantikan diceritakan dalam Bila Semua Wanita Cantik. Cerita ini sungguh lucu dan sangat menyentil para perempuan, salah satu cerita favorit saya.

Lalu ada juga kisah luar biasa tentang suatu kota yang dipenuhi oleh para penemu. Kota tersebut punya masalah kependudukan yaitu jumlah bayi yang semakin berkurang. Hal itu disebabkan karena kurangnya keberanian para anak muda di kota tersebut untuk menyatakan cinta. Maka para tetua di kota tersebut menciptakan sebuah alat yang bernama cintanometer. Alat tersebut dipasang di dekat telinga dan dapat mendeteksi jika ada seseorang yang jatuh cinta pada pemakainya. Lama2 penduduk kota mulai lupa akan perasaan seperti apa cinta itu. Ada atau tidaknya hanya ditentukan oleh sinyal dari alat pendeteksi. Unik kan?

Nasib yang terkadang kejam digambarkan dalam cerita Pandangan Pertama Zalaiva. Kalau ternyata cinta jatuh pada orang yang salah lalu bagaimana? Siapa yang harus disalahkan, nasib kah? Hhhhmm…

Dan kisah favorit saya yang judulnya Kupu-Kupu Monarch. Kisah sedih yang mempertanyakan apa itu cinta sejati. Saat satu pihak sudah bersedia berkorban jiwa dan raga, pihak yang lain dapat dengan mudah menyepelekan semuanya dan berujar “tidak cinta lagi”. Lalu apa itu cinta?

Pada intinya kalo anda bosan dengan kisah2 cinta yang standar, 15 cerita ini bisa menyediakan alternatif yang unik dan menyegarkan.

“Nak, apakah ada yang pernah berpikir hidup ini bukan soal pilihan? Karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu?”

“Cinta sejati adalah perjalanan, Sayang. Cinta sejati tidak pernah memiliki tujuan.”

Nora: Sebuah buku dari Tere Liye, berisi lima belas kisah cinta yang tiap ceritanya meninggalkan kesan tersendiri bagi yang membaca - khususnya saya.

Buku dengan tebal 205 halaman ini, sebagian ceritanya merupakan cerita yang ditulis ulang, bahkan ada yang menyebutnya sebagai re-rilis dari buku tere liye (juga) - Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (masih menggunakan nama Sendutu Meitulan).

Membaca buku ini seolah-olah perasaan jadi dibolak-balikkan, sebentar merasa sebuah cerita begitu lucu hingga saya tak segan untuk senyum-senyum sendiri, dan sesaat kemudian merasa cerita yang lain begitu menyedihkannya. Ada juga cerita yang membuat berfikir dan ada yang membuat terkagum-kagum (entah dari segi cerita maupun dari segi cara menulis tere liye). Walaupun tidak bisa dibilang 'komplit' (menurut saya komplit itu relatif), tapi buku ini cukup memberikan berbagai rasa. Ga percaya? Boleh deh dibaca sendiri :D

Kalau ditanya, dari 15 cerita saya paling suka cerita yang mana? Emm... bingung juga sih pilihnya, dari segi cerita, entah kenapa saya suka yang "Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku".
Sedangkan dari segi ide cerita, saya lumayan kagum dengan "Cintanometer", daya khayal tinggi euy :D
Dan bukti kalau tere liye emang pendongeng yang jago, terlihat di cerita "Kupu-Kupu Monarch". Tapi entah kenapa, saya merasa sepertinya akan ada banyak orang yang menyukai cerita "Harga Sebuah Pertemuan".

Hayoo, yang sudah baca buku ini, kamu suka cerita yang mana??

Dan seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, bahwa buku ini memang menawarkan banyak rasa. Bagi yang belum baca, silakan dicoba, moga 'rasa' nya sesuai dengan 'lidah' anda. :

Oiya, cerita ke 15 - Antara Kau dan Aku, inti atau ide ceritanya mirip dengan tulisan yang dulu pernah saya buat.. :D

Sa’ad: Hmmm... gimana ya... ini kali kedua saya membaca buku Bang Tere Liye. Yang pertama dulu hafalan shalat delisa yang sampai sekarang belum juga selesai bacanya.

Buku ini merupakan kumpulan cerita-cerita pendek tentang cinta. Ada beberapa cerita yang menurut saya cukup menarik dan pantas untuk diberi 5 bintang. Tapi sayangnya, ada beberapa cerita yang biasa-biasa saja.

Dari semua cerita yang ada, saya paling suka sama cerita pertama yang memuat kalimat ini, "Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia akan juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk."

3 Bintang. :)