Review Ranah 3 Warna

Sabtu, 11 Agustus 2012



Ranah 3 Warna (Negeri 5 Menara #2)

by Ahmad Fuadi (Goodreads Author)

Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.

Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?

Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: "Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?" Hampir saja dia menyerah.

Rupanya "mantra" man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat "mantra" kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?

Ke mana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?

Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.

Gramedia Pustaka Utama 2011

Sam: Anak-anakku...Bila badai datang. Hadapi dengan Iman dan sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya laut badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yg silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi?

Menyambung baca buku ini dari Negeri 5 Menara semakin mengukuhkan hati untuk terus BERUSAHA.. yes, I have let myself down, and yes I have come to tiredness as much as I want to give up -- but I never did, tapi karunia Tuhan mana yg bisa aq ingkari? sementara di luar sana masih banyak org yg kekurangan tp terus mencoba bertahan *dg gelegar suara Bang Togar

Alif dan buku ini mengajarkan aq nggak malu tuk mengakui, I have change course.. berani menjawab tanya seorang kawan yg menusuk kesadaranku, "Git, lo masi inget mimpi lo mo kerja di Deplu ga?"

"Ya, Fit.. aq masih ingat, sedekat kulit menyelimuti jantungku.. Mimpiku adalah bekerja di tempat di mana aq mampu berakulturasi, membantu & mempengaruhi org banyak.. Mungkin Deplu memang bukan tempatnya untukku menurut-Nya, mkg yg aq tempuh sekarang inilah di mana semua akan bermula.."

Dan aq masih (akan) terus berusaha mencari kesuksesan itu.. sembari bersabar jika terantuk batu diterjang badai...

Aq masih belum tuntas menapaki Man Jadda Wajada, skg sudah kutambahkan bekalku Man Shabara Zhafira... Semoga kita smua selalu menjadi org2 yg berusaha dan bersabar untuk meraih sukses Dunia & Akhirat.

"Iya, Fit... aq masih ingat Deplu, sayangnya Deplu bukan untukku..." balasku dg senyum.




INSPIRING MOMENTS

- upacara bendera Hari Pahlawan, rasanya mengingat gelutan persoalan yg menimpa negeri ini, apapun itu I WILL ALWAYS LOVE INDONESIA... GARUDA DI JANTUNGKU!

- salju!!! ^^

- pantun Rusdi- coming back to 531 Rue Notre Dame after 11 years passed

Rahman: "Mantra" Man Jadda Wajadda ternyata tidak cukup untuk menjalani hidup yang pas-pasan. Apalagi bertekad untuk mewujudkan mimpi, mengejar prestasi.

Itulah yang dialami Alif, tokoh utama cerita Ranah 3 Warna lanjutan Negeri 5 Menara. Lulusan pondok pesantren Madani ini diragukan oleh teman, kerabat, dan orang-orang terdekatnya bisa melanjutkan kuliah umum apalagi bermimpi keluar negeri.

Termotivasi dari teman kecilnya Randai, ia tak ingin kalah dengan kawannya itu untuk berprestasi.

Perjalanan Alif mengejar mimpinya dapat menjadi pelajaran berharga yang bisa diambil contoh. Ketekunan dan Motivasi yang berlipat-lipat dapat menaklukkan semua penilaian negatif tentang mimpi yang mulanya mustahil dikejar.

Setelah ayahnya meninggal, alif bertekad untuk tidak membebani amaknya dikampung. Pernah bekerja sebagai guru les privat, sales alat kecantikan ternyata belum cukup memenuhi dan membiayai kuliahnya di Bandung, apalagi mengirimkan uang untuk biaya adik2nya dikampung. Alhasil bukannya mengurangi biaya, alif malah jatuh sakit dan harus berhutang sana-sini untuk membayar pengobatannya.

Barulah pada saat ketemu bang Togar-senior yang juga guru belajar menulis alif dimedia-alif sedikit demi sedikit bisa mandiri.

Saat terpilih mewakili Indonesia pada pertukaran pemuda Indonesia-Kanada, ternyata alif bertemu sosok teman asal Banjar, Kalimantan. Wuihhh, jadi ikut seneng dan bangga juga jadi "urang banjar".

Apakah ciri-ciri orang suka membunyikan tangan (menggerepok) dengan seakan2 mematah jari tangan itu hanya dilakukan orang banjar ya??

Cerita apa saja, pasti lebih menarik kalau ada kisah roman - percintaannya. Alif jatuh hati pada Raisa, temen satu almameter dan teman seperjuangan alif saat pertukaran pemuda Indonesia-Kanada. Bagaimana hari-hari yang mereka jalani dan akhir cerita cinta seperti apa yang mereka temui, Ahh semua cukup menggunggah hati.

Akhir cerita, saya masih penasaran siapa yang jadi Istri Alif?? Raisa, Sarah atau yg lain....Mungkin bang A. Fuadi telah menyiapkan jawabannya di buku ketiga.

Lukman: Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.

Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?

Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: "Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?" Hampir saja dia menyerah.

Rupanya "mantra" man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat "mantra" kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?

Ke mana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?

Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.(less)

Review Ranah 3 Warna




Ranah 3 Warna (Negeri 5 Menara #2)

by Ahmad Fuadi (Goodreads Author)

Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.

Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?

Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: "Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?" Hampir saja dia menyerah.

Rupanya "mantra" man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat "mantra" kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?

Ke mana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?

Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.

Gramedia Pustaka Utama 2011

Sam: Anak-anakku...Bila badai datang. Hadapi dengan Iman dan sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya laut badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yg silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi?

Menyambung baca buku ini dari Negeri 5 Menara semakin mengukuhkan hati untuk terus BERUSAHA.. yes, I have let myself down, and yes I have come to tiredness as much as I want to give up -- but I never did, tapi karunia Tuhan mana yg bisa aq ingkari? sementara di luar sana masih banyak org yg kekurangan tp terus mencoba bertahan *dg gelegar suara Bang Togar

Alif dan buku ini mengajarkan aq nggak malu tuk mengakui, I have change course.. berani menjawab tanya seorang kawan yg menusuk kesadaranku, "Git, lo masi inget mimpi lo mo kerja di Deplu ga?"

"Ya, Fit.. aq masih ingat, sedekat kulit menyelimuti jantungku.. Mimpiku adalah bekerja di tempat di mana aq mampu berakulturasi, membantu & mempengaruhi org banyak.. Mungkin Deplu memang bukan tempatnya untukku menurut-Nya, mkg yg aq tempuh sekarang inilah di mana semua akan bermula.."

Dan aq masih (akan) terus berusaha mencari kesuksesan itu.. sembari bersabar jika terantuk batu diterjang badai...

Aq masih belum tuntas menapaki Man Jadda Wajada, skg sudah kutambahkan bekalku Man Shabara Zhafira... Semoga kita smua selalu menjadi org2 yg berusaha dan bersabar untuk meraih sukses Dunia & Akhirat.

"Iya, Fit... aq masih ingat Deplu, sayangnya Deplu bukan untukku..." balasku dg senyum.




INSPIRING MOMENTS

- upacara bendera Hari Pahlawan, rasanya mengingat gelutan persoalan yg menimpa negeri ini, apapun itu I WILL ALWAYS LOVE INDONESIA... GARUDA DI JANTUNGKU!

- salju!!! ^^

- pantun Rusdi- coming back to 531 Rue Notre Dame after 11 years passed

Rahman: "Mantra" Man Jadda Wajadda ternyata tidak cukup untuk menjalani hidup yang pas-pasan. Apalagi bertekad untuk mewujudkan mimpi, mengejar prestasi.

Itulah yang dialami Alif, tokoh utama cerita Ranah 3 Warna lanjutan Negeri 5 Menara. Lulusan pondok pesantren Madani ini diragukan oleh teman, kerabat, dan orang-orang terdekatnya bisa melanjutkan kuliah umum apalagi bermimpi keluar negeri.

Termotivasi dari teman kecilnya Randai, ia tak ingin kalah dengan kawannya itu untuk berprestasi.

Perjalanan Alif mengejar mimpinya dapat menjadi pelajaran berharga yang bisa diambil contoh. Ketekunan dan Motivasi yang berlipat-lipat dapat menaklukkan semua penilaian negatif tentang mimpi yang mulanya mustahil dikejar.

Setelah ayahnya meninggal, alif bertekad untuk tidak membebani amaknya dikampung. Pernah bekerja sebagai guru les privat, sales alat kecantikan ternyata belum cukup memenuhi dan membiayai kuliahnya di Bandung, apalagi mengirimkan uang untuk biaya adik2nya dikampung. Alhasil bukannya mengurangi biaya, alif malah jatuh sakit dan harus berhutang sana-sini untuk membayar pengobatannya.

Barulah pada saat ketemu bang Togar-senior yang juga guru belajar menulis alif dimedia-alif sedikit demi sedikit bisa mandiri.

Saat terpilih mewakili Indonesia pada pertukaran pemuda Indonesia-Kanada, ternyata alif bertemu sosok teman asal Banjar, Kalimantan. Wuihhh, jadi ikut seneng dan bangga juga jadi "urang banjar".

Apakah ciri-ciri orang suka membunyikan tangan (menggerepok) dengan seakan2 mematah jari tangan itu hanya dilakukan orang banjar ya??

Cerita apa saja, pasti lebih menarik kalau ada kisah roman - percintaannya. Alif jatuh hati pada Raisa, temen satu almameter dan teman seperjuangan alif saat pertukaran pemuda Indonesia-Kanada. Bagaimana hari-hari yang mereka jalani dan akhir cerita cinta seperti apa yang mereka temui, Ahh semua cukup menggunggah hati.

Akhir cerita, saya masih penasaran siapa yang jadi Istri Alif?? Raisa, Sarah atau yg lain....Mungkin bang A. Fuadi telah menyiapkan jawabannya di buku ketiga.

Lukman: Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.

Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?

Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: "Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?" Hampir saja dia menyerah.

Rupanya "mantra" man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat "mantra" kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?

Ke mana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?

Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.(less)




Review Berjuta Rasanya




Berjuta Rasanya

by Tere Liye (Goodreads Author)

Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan.

Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan.
Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa dia akan sempat membacanya.

Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik."

Selamat membaca cerita-cerita Berjuta Rasanya.
Kalian akan merasakan remuk seketika tepat di dada saat membaca buku ini. -- Fatimah Ratna Wijayanthi, Karyawan

Cinta adalah sekumpulan paradoks yang membingungkan. Maka meskipun menyakitkan, cinta tetaplah membahagiakan. Bacaan yang tepat, bagi mereka yang ingin mengeja makna cinta, patah, dan hati. -- Galih Hidayatullah, Mahasiswa

Saya bahkan sampai 5 kali membacanya tanpa bosan. Sebuah karya yang patut dinikmati lagi, lagi, dan lagi. -- Sulistyowati, Ibu Rumah Tangga

Saya memang menyelesaikan membaca novelnya dalam waktu singkat. Tetapi setelah saya baca, membutuhkan waktu yang lama sekali merenungkan isi ceritanya. -- Rian Mantasa SP, Mahasiswa

Buku galau, yang mengobati galau. --Hanif Khoiriyah, Mahasiswi

Penerbit Mahaka 2012

Annisa: “Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.”

Agak beda dari biasanya, kali ini Tere Liye mengeluarkan karya berupa kumpulan cerita pendek. Temanya? Cinta.. Tapi jangan salah, 15 cerita ini sungguh bukan kisah cinta biasa. Bang Tere Liye berhasil merangkai 15 kisah cinta yang menggelitik peresepsi kita sendiri tentang apa itu cinta dan segala pernak perniknya.

Tentang kesalahan sudut pandang wanita (dan mungkin juga laki2) tentang definisi kecantikan diceritakan dalam Bila Semua Wanita Cantik. Cerita ini sungguh lucu dan sangat menyentil para perempuan, salah satu cerita favorit saya.

Lalu ada juga kisah luar biasa tentang suatu kota yang dipenuhi oleh para penemu. Kota tersebut punya masalah kependudukan yaitu jumlah bayi yang semakin berkurang. Hal itu disebabkan karena kurangnya keberanian para anak muda di kota tersebut untuk menyatakan cinta. Maka para tetua di kota tersebut menciptakan sebuah alat yang bernama cintanometer. Alat tersebut dipasang di dekat telinga dan dapat mendeteksi jika ada seseorang yang jatuh cinta pada pemakainya. Lama2 penduduk kota mulai lupa akan perasaan seperti apa cinta itu. Ada atau tidaknya hanya ditentukan oleh sinyal dari alat pendeteksi. Unik kan?

Nasib yang terkadang kejam digambarkan dalam cerita Pandangan Pertama Zalaiva. Kalau ternyata cinta jatuh pada orang yang salah lalu bagaimana? Siapa yang harus disalahkan, nasib kah? Hhhhmm…

Dan kisah favorit saya yang judulnya Kupu-Kupu Monarch. Kisah sedih yang mempertanyakan apa itu cinta sejati. Saat satu pihak sudah bersedia berkorban jiwa dan raga, pihak yang lain dapat dengan mudah menyepelekan semuanya dan berujar “tidak cinta lagi”. Lalu apa itu cinta?

Pada intinya kalo anda bosan dengan kisah2 cinta yang standar, 15 cerita ini bisa menyediakan alternatif yang unik dan menyegarkan.

“Nak, apakah ada yang pernah berpikir hidup ini bukan soal pilihan? Karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu?”

“Cinta sejati adalah perjalanan, Sayang. Cinta sejati tidak pernah memiliki tujuan.”

Nora: Sebuah buku dari Tere Liye, berisi lima belas kisah cinta yang tiap ceritanya meninggalkan kesan tersendiri bagi yang membaca - khususnya saya.

Buku dengan tebal 205 halaman ini, sebagian ceritanya merupakan cerita yang ditulis ulang, bahkan ada yang menyebutnya sebagai re-rilis dari buku tere liye (juga) - Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (masih menggunakan nama Sendutu Meitulan).

Membaca buku ini seolah-olah perasaan jadi dibolak-balikkan, sebentar merasa sebuah cerita begitu lucu hingga saya tak segan untuk senyum-senyum sendiri, dan sesaat kemudian merasa cerita yang lain begitu menyedihkannya. Ada juga cerita yang membuat berfikir dan ada yang membuat terkagum-kagum (entah dari segi cerita maupun dari segi cara menulis tere liye). Walaupun tidak bisa dibilang 'komplit' (menurut saya komplit itu relatif), tapi buku ini cukup memberikan berbagai rasa. Ga percaya? Boleh deh dibaca sendiri :D

Kalau ditanya, dari 15 cerita saya paling suka cerita yang mana? Emm... bingung juga sih pilihnya, dari segi cerita, entah kenapa saya suka yang "Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku".
Sedangkan dari segi ide cerita, saya lumayan kagum dengan "Cintanometer", daya khayal tinggi euy :D
Dan bukti kalau tere liye emang pendongeng yang jago, terlihat di cerita "Kupu-Kupu Monarch". Tapi entah kenapa, saya merasa sepertinya akan ada banyak orang yang menyukai cerita "Harga Sebuah Pertemuan".

Hayoo, yang sudah baca buku ini, kamu suka cerita yang mana??

Dan seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, bahwa buku ini memang menawarkan banyak rasa. Bagi yang belum baca, silakan dicoba, moga 'rasa' nya sesuai dengan 'lidah' anda. :

Oiya, cerita ke 15 - Antara Kau dan Aku, inti atau ide ceritanya mirip dengan tulisan yang dulu pernah saya buat.. :D

Sa’ad: Hmmm... gimana ya... ini kali kedua saya membaca buku Bang Tere Liye. Yang pertama dulu hafalan shalat delisa yang sampai sekarang belum juga selesai bacanya.

Buku ini merupakan kumpulan cerita-cerita pendek tentang cinta. Ada beberapa cerita yang menurut saya cukup menarik dan pantas untuk diberi 5 bintang. Tapi sayangnya, ada beberapa cerita yang biasa-biasa saja.

Dari semua cerita yang ada, saya paling suka sama cerita pertama yang memuat kalimat ini, "Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia akan juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk."

3 Bintang. :)