Review The Alchemist's Secret

Jumat, 02 Desember 2011

The Alchemist's Secret (Ben Hope #1)

by Scott Mariani, Lulu Fitri Rahman (translator), Suhindrati a. Shinta (editor), Alfiyan


“Aku mencari pria bernama Fulcanelli.”


“Oke, bisa Anda beri tahu kapan orang ini terakhir kali dilihat dan di mana?”


“Fulcanelli terakhir kali dilihat di Paris, pada 1926.”


“Itu sudah delapan puluh tahun yang lalu. Apakah ini lelucon?"

Percakapan itu membawa
Ben Hope ke dalam petualangan berbahaya. Mantan pasukan elite tentara Inggris yang punya spesialisasi menemukan orang hilang itu kini punya tugas yang lain dari biasanya. Dia harus mencari manuskrip alkimia demi menyelamatkan nyawa seorang anak. Pencarian itu tak mudah, banyak pihak bertujuan jahat yang juga mengincar manuskrip berisi formula ajaib tersebut. Dibantu oleh seorang peneliti alkimia cantik, Dr. Ryder, Ben Hope pun menguak misteri demi misteri yang menyelubungi ramuan rahasia cairan yang bisa menyembuhkan penyakit dan memperpanjang usia.

Pujian

“Penggemar Dan Brown akan menyukai petualangan yang menegangkan ini.”
Closer Magazine

“Mariani hebat dalam menyeimbangkan fakta historis dengan plot utama sehingga cerita menjadi sangat seru.”
Oxford Mail

Qanita 2011

Saya: ampul novel bestseller ini menarik mata. sekilas saya lihat, seperti batangan emas yang tersiram lelehan cokelat panas. Enak! selain itu, saya sangat tergila2 pada Alchemist sehingga saya mengoleksi banyak buku tentang itu...dan saya harap bermanfaat di kemudian hari....

**Ben Hope, tokoh utama, gambaran seorang "pembunuh bayaran" profesional, lelaki yang menarik mata wanita2, dan selalu saja mereka ini memiliki masa laluyang kelam. Ruth, sebuah nama yang membawa Ben Hope pada penemuan sebuah kebenaran mengenai legenda tentang sang Alkemis, Fulcanelli ((bandingkan dengan sebuah novel berjudul: Fulcrum))..namun pada akhirnya Ben Hope harus menerima kenyataan bahwa dia diperalat oleh seorang lelaki tua agar berumur panjang berkat ramuan cairan keabadian ((mengingatkan saya pada Deathly Hallows, Harry Potter))**

Satu hal yang membuat saya terkejut sambil tersenyum bahagia, ternyata Mariani menceritakan Ben Hope dalam 6 buku. bisa dibandingkan dengan Harry Potter dan The Alchemist, Nicholaus Flamel, si pembuat Batu Bertuah, teman Dumbledore. dengan begitu, saya menjadi sangat tertarik untuk mencari tahu jejak Alkemis di indonesia, dengan semuanya cabang yang terkait, zionisme, kabbala, pentagram, freemasonry, Tabut, dan sihir kimia yang selalu mengiringi kemanapun jejak itu melangkah.

Annalee: From the back of the book:
A former elite member of the SAs, Ben Hope is tortured by a tragedy from his past and now devotes his time to rescuing kidnapped children. But when Ben is recruited to locate an ancient manuscript which could save the life of a dying child, he embarks on the deadliest quest of his life.

The document is alleged to contain the formula for the elixir of life, discovered by the brilliant alchemist Fulcanelli decades before. But it soon becomes apparent that others are hunting this most precious of treasures - for far more evil ends....

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

I thoroughly enjoyed this book by Mariani. Okay, in places it's a little far fetched, but it's gripping from beginning to end and the characterisation is good.

J9: In his Debut Novel, Scott Mariani take the reader on an adventure in search for something that man has searched for since the beginning the Exilir Of Life.

Ben Hope, has no family, all he has is his dedication to his specialized work. Determined to run away from his haunted past, Hope joined the Army, obtained certain skills (part of the elite SAS team) and now spends his time as the person to hire to return stolen children. He is the best in the business, and does not play the rules of law. Hope will stop at nothing, as long as it means saving a child. However, his most recent hirer, Fairfax, has something different in mind, his granddaughter Ruth is not missing, but is suffering from an incurable disease and will not survive much longer. He has hired Hope to find the document that contains the formula for the Elixir of Life, in the hope that it will cure his granddaughter. The formula is believed to be discovered in the 1920s but disappeared, along with it's creator Fulcanelli, neither of which have been seen since. It soon becomes apparent that there are others hunting for the document and each new lead Hope is in more danger, and those around him. But Hope does not care how much danger his life is in, all he can think about it helping Ruth.

This book was everything I wanted it to be. There was action, suspense and mystery, that kept you wanting to read more and more. There is also great character develop of Ben Hope, whose past we get to see into and why he has become such a hardened Man, but there are cracks in his armour, like why he chooses to spend his life rescuing kids. With a Secrets Society, the Gladius Domini, and clues to figure out, this book never lacked for mystery or suspense, which is part of the reason I couldn't put it down. I liked when code breaking was required by Hope, that Mariani, wrote the clues in the book so the reader could attempt to figure it out (not that I did as I don’t know Latin, but I always like a challenge). I also like Bozza, who is the inquisitor for the Gladius Domini and to say that he enjoyed his work is an understatement. I liked that the reader was also able to see into Bozza's past and mindset a bit, as it truly a scary character.

The only thing that I will criticize about the book (and really it is not that major of a thing) is that the Secret Society is a religious one. It always seems that when books have a secret society, there seems to be a large proportionate of them that are religiously based. Not a major thing, just wishing for a little more imagination. Additionally, the Gladius Domini continually talk about the amount of power and wealth it has, one would think they would hire better goons, so I guess that would be my second criticism, as when they found out who Ben Hope was and what he was capable of they should have sent better agents sooner (but still a minor thing).

If you are looking for a Dirk Pitt similar adventure, this is not it, there are not the seemingly impossible situations, though Hope is a good shot.

Mariani, I think, is going to become one of my must read authors especially if the second book is as good as the first. Read this book if you are craving mystery, suspense, adventure and a well written book. This book will not disappoint.

Enjoy!!!!

Truly: Dalam Ilmu Pengetahuan, dalam Kebaikan, mereka yang AHli harus selalu TUTUP MULUT ~ The Alchemist's Secret ~

Omnis qui bibit hanc aquam...”


"...si fidem addit, salvus arit.”


“Igne natura renovatur integra!”


"Kini kesakitan akan dimulai," bisiknya.

Bob Hope, mantan tentara dengan masa kecil yang kelam. Peminum namun sangat profesional dalam menjalankan tugasnya. Ia hidup bersama pengurus rumah tangganya, Winnie di sebuah rumah dengan pantai pribadi. Tugasnya mencari orang hilang. Asal bisa menemukan orang yang tepat, disaat yang tepat, maka tidak ada yang sia-sia. Maka tak heran banyak klien yang menggunakan jasanya. Seharusnya mudah baginya ketika mendapat tugas mencari orang hilang. Masalahnya yang dicari adalah seorang pria bernama Fulcanelli yang terakhir terlihat di Paris pada tahun 1926. jasanya.

Dr. Roberta Ryder,seorang ilmuwan. Pandai dan menawan, publikasi hasil penelitiannya membuat beberapa orang merasa terancam, hingga mereka menggunakan kekuasaan dan menempuh segala cara guna menyingkirkannya dari dunia akademis.

Luc Simon, polisi yang mendapat hadiah pernikahan berupa tuntutan cerai dari sang istri. Bekerja secara maksimal merupakan salah satu pelampiasannya. Sebuah peristiwa brutal mengarahkan perhatiannnya pada Hope dan Ryder. Ia memburu Hope dan Ryder seolah mereka berdua yang akan menyebabkan dunia kiamat.

Ketiganya dipertemukan dalam satu hal yang sama, mencari sebuah manuskrip tua yang dibuat oleh Fulcanelli seorang alkemis. Manuskrip tersebut diperkirakan mengandung informasi yang sangat penting, pengetahuan kuno seputar pengobatan dan ramuan berumur panjang, bahkan berumur abadi!

Tugas Hope awalnya hanya mencari orang yang dianggap memiliki manuskrip itu, minimal muridnya, lebih sial lagi mencari mereka yang dianggap mungkin menyimpan manuskrip Fulcanelli. Seorang klien kaya membutuhkannya guna mengobati cucu tersayang. Tapi urusannya malah merembat ke banyak hal.

Urusan mencari selembar manuskrip tua ternyata tidak semudah mencari restoran yang nyaman untuk berkencan. Mereka harus berurusan dengan sebuah perkumpulan rahasia bernama Gladius Domini, Pedang Tuhan. Perburuan dimulai dari Paris ke tempat yang tak pernah mereka bayangkan. Meminta korban orang terdekat serta memberikan kengerian yang tak tertahankan!

Banyak fakta yang disembunyikan, banyak kejutan yang didapat dan banyak rahasia yang terungkap. Hope harus beritindak hati-hati jika tidak ingin nyawanya terancam. Sebuah petunjuk bukannya membawa kesebuah penemuan, namun justru membawa kepetunjuk yang lain. Begitu seterusnya hingga akhirnya menghantarkan mereka ke sebuah rumah tua dimana selama ini sebuah rahasia dasyat tersimpan dengan rapi

Buku ini.... duh bagaimana mendeskripsikannya dengan tepat.. Menawarkan ramuan kisah yang tidak biasa. Kisah mengenai alkemis sepertinya sudah banyak kita. Sosok yang dianggap mampu merubah logam bahkan batu menjadi emas dengan meneteskan ramuan yang tepat.

Tapi kisah seputar alkemis di tangan Scott Mariani terasa berbeda. Saya sempat curiga, jangan seluruh alur cerita, setting serta cara bercerita Scott sangat mirip Dan Brown. Tapi ternyata tidak! Keduanya menawarkan sesuatu yang berbeda. Dan Brown membuat saya tidak bsai bernafas, seluruh kisahnya seakan selesai dalam waktu hitungan hari singkat. Scott membuat cerita berlangsung dalam rentang waktu yang lebih lama, tapi ketegangannya justru terasa disetiap waktu. Scott menawarkan sebuah misteri yang berangkat dari sebuah legenda, legenda Fulcanelli dengan balutan kemajuan teknologi ditambah keuletan dan keberanian seorang Hope.

Adrenalin kita seakan terpacu dengan cepat. Para tokoh harus saling berada kecerdikan disamping harus berpacu dengan waktu, sesuatu yang sangat sulit untuk dikalahkan. Rasanya sebelum cerita selesai, saya tak ingin meletakkan buku ini.

Scott membuat saya berada sebagai bayangan Hope dan Ryder. Saya ikut bersembunyi saat terjadi penembakan. Merasakan kepanikan Ryder saat harus menyelamatkan Hope yang nyaris dilindas kereta. Saya merapat ke Hope karena takut saat ia menemukan lorong bawah tanah. Ikut mual saat meminum cairan hijau lengket. Bersama Ryder, saya merasakan kegalauan hati Hope.

Saat saya tahu masa lalu Hope dimanfaatkan untuk membuatnya mau berjibaku, saya ikut merasa sakit hati. Tapi disis lain, mau tak mau ada perasaan kagum pada kehandalan pihak musuh dalam mengenali lawan. Buku ini memang tidak melulu berisi adegan kekerasan, tapi penuh juga dengan permainan syaraf yang menegangkan!

Entah kenapa, saat menemukan tokoh pria dan wanita dalam sebuah kisah saya cenderung selalu menyimpulkan pasti diakhir cerita bakalan terjadi hubungan diantara mereka berdua. Entah untuh jangka panjang atau sekedar urusan arus bawah. Begitu juga dalam kisah ini, mudah ditebakkan. Sebagai bumbu, justru kisah percintaan keduanya terasa hambar. Nyaris tidak pernah diungkapkan, hanya beberapa peristiwa tersirat yang ada.

Untung jantung saya kuat! Alchemy adalah sebuah ilmu pengetahuan kuno yang menitikberatkan pada usaha untuk mengubah timah menjadi emas, Elixir of Life (ramuan hidup abadi) dan pencapaian hikmat tingkat tinggi. Praktek ini telah dilakukan oleh penduduk masa purba, mulai dari Mesir, India, Mesopotamia, Eropa Cina dan Jepang.

Salah satu komponen utama guna melakukan perubahan adalah Philospher's Stone (jadi teringat HP). Masalahnya hal ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah dan terbuka. Pembicaraan seputar hal ini hanya dilakukan di kalangan tertutup saja dan sering dianggap sebagai desa-desus belaka.

Fulcanelli dianggap seseorang yang telah berhasil memecahkan rahasia kuno tersebut. Ia hidup pada abad ke-20 di Paris. Berita ini terutama sekali diperoleh dari dua orang yang mengaku sebagai murid Fulcanelli, Eugene Leon Canseliet (1899-1982) dan Jean-Julien Champagne (1877-1932) .Kedua orang ini juga pendiri dari kelompok esoterik rahasia Perancis bernama Les Freres d'Heliopolis atau The Brotherhood of Heliopolis.

Sosok Fulcanelli masih merupakan misteri hingga saat ini. Ada teori yang menyebutkan bahwa ia sebenarnya adalah anggota terakhir keluarga kerajaan Perancis, The Valois. Keluarga ini memang sejak lama telah tertarik dengan hal-hal magis dan mistik. Walaupun seluruh keluarga ini telah dibasmi oleh raja Henri III pada tahun 1589, namun ada keturunannya yang masih bertahan hingga tahun 1615.

Teori lain menyebutkan jika Fulcanelli adalah penjual buku okultis, Pierre Dujols. Namun, Dujols diketahui bukan seorang alchemist sejati. Ada juga dugaan Fulcanelli adalah salah satu dari tiga alchemist yang hidup di Perancis saat itu yang menggunakan pseudonim Auriger, Faugerons dan Dr.Jaubert. Namun, argumen melawan teori ini cukup masuk akal. Jika Fulcanelli adalah salah seorang dari mereka, mengapa menggunakan lebih dari satu nama alias?

Walau begitu, hanya kedua murid yang pernah berhubungan dengan Fulcanelli.Hal ini menyebabkan keraguan diantara para pengikut hingga pada tahun 1926,sebuah buku berjudul "Le Mystere des Cathedrales" atau 'The Mystery of Cathedrals" muncul. Buku ini hanya dicetak sebanyak 300 eksemplar. Konon khabarnya, siapa saja yang mampu membaca buku itu dengan cara yang tepat akan mengetahui rahasia transmutasi seperti mengubah timah menjadi emas. Nama pengarang yang tercantum di sampul depan buku itu hanya satu orang, Fulcanelli. Sebanyak 36 Ilustrasi pada buku itu merupakan karya Jean Julien Champagne.

Buku ini berisi topik mengenai interpretasi simbol pada berbagai katedral Gothic dan bangunan lain di Eropa. Menurut isi buku ini, bangunan-bangunan Gothic tersebut menyembunyikan instruksi alchemy dalam simbol-simbol yang terukir di bangunan itu. Pada tahun 1930, buku kedua kembali muncul. Judulnya "Les Demeures Philosophales" atau 'The Dwellings of the Philosophers". Sekali lagi, Canseliet menulis kata pengantarnya dan Champagne membuat ilustrasinya. Canseliet mengaku kalau Fulcanelli sebenarnya juga telah membuat buku ketiga yang berjudul "Finis Gloria Mundi" atau "The End of Worldly Glory". Namun, entah mengapa, Fulcanelli memerintahkan untuk menghancurkan naskahnya sebelum diterbitkan.

Menurut Canseliet, Fulcanelli pernah memberikan kepadanya sejumlah bubuk alchemy yang disebut "powder of projection" pada tahun 1922. Dengan bubuk ini, Fulcanelli mengijinkan Canseliet mengubah empat ons timah menjadi emas.

Scott Mariani dibesarkan di kota bersejarah St Andrews, Skotlandia. Ia belajar di Oxford University. Ia berprofesi sebagai penerjemah, guru bahasa, musisi profesional, instruktur menembak pistol dan wartawan lepas sebelum menjadi penulis penuh-waktu. Scott mendapat gagasan seri Hope Ben pada tahun 2007, ketika sedang berjalan-jalan dengan anjingnya di pedesaan Welsh. Draft pertama dari novel pertamanya diselesaikan hanya dalam waktu tiga minggu. Diwaktu senggang, Scott menikmati jazz dan film,
Seri Bob Hope terdiri dari :

* The Alchemist’s Secret (terbit pertama dengan judul The
Fulcanelli Manuscript)


* The Mozart Conspiracy


* The Doomsday Prophecy


* The Heretic’s Treasure


* The Shadow Project


* The Lost Relic



Jika ingin mengenal sang tukang cerita lebih jauh, silahkan mengunjungi www.scottmariani.com Tahan Napas Anda... Ketegangan Baru dimulai

Amy: This book is terrible in a completely enjoyable way. Sure, it's populated by evil caricatures, an unstoppable lead man and a damsel in distress (with a PHD, at least) who falls in love with him but, all that what-not aside: I still thought it was ok.

This novel falls somewhere between Dan Brown (better written but similar themes) and Kate Mosse (more gory but again, similar themes) as it has a religious puzzle element with a Cathars plot line. If you enjoyed either of those writers previously (and I did, although definitely not all of their output) this might be worth a shot... especially as the ebook is 49p on Amazon. It was worth the money but it was not worth more than that.

Oh, and a lot of people die - some in quite gory ways. Just a small heads up...

0 komentar: