Review Arus Balik

Jumat, 09 Maret 2012



Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16

by Pramoedya Ananta Toer

Semasa jayanya Majapahit, Nusantara merupskan kesatuan maritim dan kerajaan laut terbesar di antara bangsa-bangsa beradab di muka bumi. Arus bergerak dari selatan ke utara, segalanya: kapal-kapalnya, manusianya, amal perbuatannya dan cita-citanya, semua bergerak dari Nusantara di selatan ke 'Atas Angin' di utara. Tapi zaman berubah...

Arus berbalik -- bukan lagi dari selatan ke utara tetapi sebaliknya dari utara ke selatan. Utara kuasai selatan, menguasai urat nadi kehidupan Nusantara... Perpecahan dan kekalahan seakan menjadi bagian dari Jawa yang beruntun tiada hentinya.

Wiranggaleng -- pemuda desa sederhana, menjadi tokoh protagonis dalam epos kepahlawanan yang maha dahsyat ini. Dia bertarung sampai ke pusat kekuasaan Portugis di Malaka, memberi segala-galanya -- walau hanya secauk pasir sekalipun -- untuk membendung arus utara.
Masih dapatkah arus balik membalik lagi?

Karya Pramoedya Ananta Toer Sebuah epos besar dari seorang penulis besar

Hasta Mitra 1995


Gianti: gue baca buku ini wkt menjelang UAS SMA, trus ceritanya mlm menjelang UAS Sejarah, gue mls bgt bljr krn ga tahan pgn ngelanjutin baca buku ini.. Akhirnya gue tinggalin belajar n baca buku ini aja.. and guess what happened..
besoknya, di ujian Sejarah gue muncul pertanyaan esai ttg kerajaan Demak, dan gue jwb persis seperti apa yg gue baca di novel Arus Balik mlmnya!!

kalo gue ga baca ni novel gue ga akan bs jwb tu, soalnya gue sm skali ga baca buku pljrn bag kerajaan Demak..

Prie: Kabarnya ini salah satu karya mas Pram yg awalnya cuma dikonsep di otak, tanpa ditulis, karena saat itu mas Pram sedang dipenjara dan tidak diperbolehkan menulis. Setelah keluar dari penjara baru dituliskan. Kebenaran cerita ini, ga jelas...

Ceritanya tentang pergeseran perdagangan yg tadinya nusantara sebagai tempat paling ramai perdagangan lautnya, bergeser ke arah eropa sejak kedatangan bangsa eropa. Penggalian sejarahnya betul-betul memikat, sehingga kepahlawanan Adipati Unus betul-betul tergambarkan kehebatannya.

Satu yg muncul setelah baca buku ini, "Indonesia ini bangsa yg besar...."

Nini: Satu buku Pram yang saya cari-cari dan akhirnya ketemu. Seperti biasa, detil, runtut, memikat. Rasanya, salah satu yang terbaik dari Pram selain Tetralogi Buru. Arus Balik mengisahkan Nusantara pasca Majapahit, saat di mana kolonialisme (Portugis/Peranggi) mulai masuk, begitu pula Islam (juga Kristen). Tentang peradaban baru, tentang arus yang berbalik. Seperti de javu, seperti kini kita menghadapi teknologi dan hal-hal yang baru. Ada gagap dan canggung di situ.

Arus Balik. Tentang kejayaan yang pernah singgah. Saudara saya berpesan, boleh baca buku ini, tapi jangan larut pada romantisme masa lalu. Buku ini buku yang getir. Tampaknya saya memang harus mengamini pesan saudara saya itu.
Rangga: if there are any books that deserve to be called as "magnum opus", this might be one of them.

Arus Balik pictures the transition of Nusantara from hindu-budha age to Islamic age and from kingdom's age to the colonial age. if you ever read history book that usually used in our school, you will see 180 degrees different point of view from this book. Pram shows you political intrigue among kingdoms, and the "bad" side of leaders. but he also show what is the meaning of bravery through the figure of "wiranggaleng" and adipati unus.

and in the last part of this magnificent novel, pram leave a reflection for us "long time ago the south went and occupied the north economically and territorially. but now why is it the north come to the south, occupy us like we had ever did before?"

Boti: aku bisa beli buku ini karena aku menang judi togel. aku senang, sampai2 sampulnya ku bikin hard cover. tapi kesenangan itu tidak berjalan lama. ternyata ada dua halaman yang tidak tercetak. aku kecewa. sedih. buku ini juga mengingatkanku pada teman2 waktu kuliah. pada waktu itu teman2 pada gandrung pada buku ini. pernah terlontar percakapan seandainya buku ini di buat film. banyak teman2 yang ingin jadi wiranggaleng. terus untuk ida ayu nya dani melissa suwando. seorang teman dari bali yang jadi bunga kampus pada waktu itu. cantik dan montok. tapi ada satu teman yang nyleneh. dia pingin jadi si ula sawa. tampangnya cukup meyakinkan. orang jawa tapi hidungnya betet seperti arab. di kampus dia biasa dipanggil betet atau armis (arab miskin). alasan dia ingin jadi ula sawa karena tokoh ini yang berhasil meniduri ida ayu dan menghasilkan anak.

Nadia: Buatku, Arus Balik merupakan salah satu karya terhebat Pramoedya Ananta Toer, selain Tetralogi Buru dan Arok Dedes. Karena keenam-enamnya menggunakan latar belakang sejarah Bangsa Indonesia yang diriset secara teliti oleh Pram dan dimasukkan secara penuh, seakan-akan buku sejarah yang dinovelkan.

Berbeda dengan buku-buku Pram yang menokohkan seseorang yang terkesan membosankan, misalnya kumpulan tulisan Minke asli sang tokoh utama dalam Tetralogi Buru, maupun kumpulan tulisan dan pemikiran Kartini.Buku-buku Pram lah yang membuatku sadar bahwa terlalu banyak kemenangan, kekalahan, perjuangan, maupun penghianatan yang telah dilakukan di Bumi Nusantara, namun manusia-manusia sekarang tidak mengambil pelajaran apapun dari masa lalu. Sayang sekali.

Dibanding Tetralogi Buru maupun Arok Dedes, buku Arus Balik inilah yang paling dekat dengan apa yang aku rasakan sekarang; raja-raja yang memanfaatkan rakyatnya, rakyat yang selalu menjadi korban di tengah-tengah peperangan dan ambisi raja-raja, raja-raja yang saling menyerang untuk melupakan siapa sebenarnya musuh utama yang harus dilawan bersama, dan pahlawan yang mencoba sekuat tenaga namun tidak mampu menahan kemerosotan yang terjadi pada zaman itu. Terdengar tidak asing ya dengan kondisi Nusantara saat ini?

Kata-kata penutup novel Pram yang aku suka;
"Demikianlah cerita tentang seorang anak desa lain yang mengemban cita-cita menahan arus balik. Berbeda dari anak desa lain, yang seorang ini tidak berhasil, patah di tengah jalan, namun ia telah mencoba.

Dan kata-kata penutup dariku:Untuk yang mau belajar dari buku ini, bisa menghubungiku dimana bisa mendapatkannya, karena saat ini setahuku Arus Balik tidak dicetak ulang

Sita: Arus Balik..adalah novel pertama Pram yang saya baca, dan tanpa susah payah mencuri hati saya. Novel epic ini mencatat kejayaan Nusantara berabad-abad silam. Arus Balik, sesuai namanya berkisah tentang betapa arus baik kekuasaan hingga perdagangan terjadi dari Timur ke Barat. Kuat betul nenek moyang kita dulu.. Tapi kejayaan itu tidak berlangsung lama.. karena kelemahan kita juga maka arus berbalik dari Barat menuju Timur. Seperti juga yang mungkin terjadi di abad-abad berikutnya.

Bekas kolonial itu rupanya nggak mudah hilang.. budaya korup, feodalisme, hipokrit, ngaret, adu domba, penjilat, bahkan sesimpel kebiasaan tidur siang sisa penjajahan kongsi dagang Belanda itu yang lebih sulit dimaafkan.

Buku ini menyadarkan saya akan banyak hal. Terutama, dengan kenyataan bahwa saya sangat mencintai tanah air saya, yang diatasnya berlangsung berbagai macam kejahatan yang destruktif!