Review Perpustakaan Bibbi Bokken

Minggu, 04 Desember 2011

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

by Jostein Gaarder, Klaus Hagerup, Ridwana Saleh (Translator)

Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka. Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang mengincar buku-surat itu. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dalam dunia perbukuan. Berit dan Nils tidak gentar, bahkan bertekad mengungkap misteri ini dan menemukan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Melalui cerita yang bernuansa detektif ini, Jostein Gaarder, pengarang Sophies World, dan Klaus Hagerup, mengajak kita berpetualang dalam dunia buku dan perpustakaan. Tanpa sadar, Anda akan diperkenalkan dengan Klasifikasi Desimal Dewey, Winnie the Pooh, Anne Frank, teori sastra, teori fiksi, teori menulis, sejarah buku dan perpustakaan, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, buku ini adalah pengantar kepada dunia buku yang dapat dinikmati pembaca kanak-kanak, remaja, maupun dewasa. Buku terbaik mengenai buku dan budaya-baca yang ada saat ini." Oldenburgische Volkszeitung. Sebuah surat cinta kepada buku dan dunia penulisan." Ruhr Nachricht

Mizan 2006

Saya: sebuah buku yang misterius dan menarik untuk anak-anak, sebuah buku yang mengisahkan ttg buku...superb!

"ternyata BERIT baru tahu kalau dulu dia pernah mengenal si wanita tua misterius bernama BIBBI...pelan-pelan beberapa misteri terpecahkan...SERU"

"Dari luar ruangan itu terlihat sempit. Ketika Berit dan Nils masuk ke dalam, ternyata ruangan ini luas. Penuh rak buku. semua buku dari Incunabula sampai buku yang akan terbit tahun depan ada di situ. Apakah ini perpustakaan?"

Atique: Wah, banyak yg review..pertanda nih buku emang top!.. Kmrin dpt di toko buku yg lg diskon 25%,(penting gak sih nih info?) Isinya hanya 2 bab, yg pertama; berisi surat menyurat 2 sepupu melalui media buku,dmana cerita mereka mampu menghipnotisku untuk terus membaca sampai...
Kedua; tentang perpustaakaan ajaib bibbi bokken yg Nils&Berit bahas dibab pertama..

Buku yg oke bagi para pencinta buku, Gaarder memang menguasai dunia kanak2 dengan segala imajinasi mereka, terbukti dgn karakter Berit n Nils, meski keduanya kerap menuliskan istilah2 canggih dlm berusaha mengungkap misteri Bibbi Boken namun mereka tetap utuh sebgai karakter kanak2 berusia 12an thn..

An: mau belajar tentang perpustakaan?
da panduan kecil tentang cara mengurutkan buku di sini, selain kisah petualangan 2 bocah tentunya.persahabatan jarak jauh, surat menyurat sampai akhirnya membawa mereka ke petualangan tak terlupakan.

Weni: Buku yang sdh cukup lama saya cari2 ini akhirnya saya dptkan di Gramedia Merdeka Bandung, diskon 20% hehe. Hanya ada 2 bab dalam buku ini, Bab 1: Buku-Surat dan Bab 2: Perpustakaan.

Buku ini bercerita tentang 2 orang sepupu, Nils Boyum yang tinggal di Oslo dan Berit Boyum yang tinggal di Fjaerland. Mereka bersurat2an menggunakan sebuah buku yang dikirimkan bolak-balik antara Oslo - Fjaerland. Nils yang pertama menulis kepada Berit. Di akhir surat, ia menceritakan pertemuannya kembali dengan perempuan tua yang pernah mereka temui di Pondok Flatbre. Perempuan itu berada di toko buku tempat Nils membeli Buku-Surat dan 'ngiler' (menurut Nils) ketika menelusuri rak2 yang berisi buku2. Lalu Berit membalas surat Nils. Rupanya ia pun bertemu dengan perempuan misterius itu di Fjaerland. Perempuan itu tinggal disana. Ketika membuntuti perempuan itu sampai ke rumahnya, Berit menemukan surat yang terjatuh dari tas si perempuan. Surat itu bercerita ttg buku yang baru akan terbit tahun depan, judulnya kira2 seputar perpustakaan ajaib.

Maka dimulailah petualangan Nils dan Berit. Mereka berusaha mengungkap misteri perempuan bernama Bibbi Bokken itu, buku tentang perpustakaan ajaib dan perpustakaan ajaib Bibbi Bokken itu sendiri. Nils dan Berit bukan hanya menyelidiki Bibbi Bokken, tapi juga Marcus yang selalu memata-matai dan menginginkan Buku-Surat mereka, lalu ada suami-istri Bruun yang ternyata mengenal Bibbi Bokken, serta Mario Bresani yang tuli. Semua penyelidikan dan analisis yang dilakukan oleh Nils dan Berit dituliskan dalam Buku-Surat mereka. Sampai akhirnya mereka berkumpul di Fjaerland untuk mendapatkan jawaban atas semuanya.

Sebuah buku tentang buku yang sangat menarik. Ceritanya mengasyikkan, membuat saya tdk ingin menaruh buku ini sebelum selesai (eh tapi smpt ditaruh juga ding krn ngantuk :D). Kedua pengarang (Jostein dan Klaus) menuliskannya dengan gaya khas remaja, seolah benar2 Nils dan Berit lah yang bercerita.

Dini: Saya sudah beberapa kali mendengar tentang buku ini, tapi baru berniat membacanya setelah melihatnya di sebuah perpustakaan. Buku tentang perpustakaan, pastinya harus dipinjam dari perpustakaan. Waktu membaca beberapa halaman awal, ada bagian di mana seorang perempuan terlihat ngiler ketika memandangi buku-buku di toko buku. "Gila, gue banget tuh!" batin saya. Ketika meneruskan membaca pun saya larut dalam cerita yang mengasyikkan, ikut deg-degan bersama kedua karakter utamanya, dan meresapi kecintaan para tokoh pada buku dan membaca.

Sepasang sepupu berusia sekitar 13 dan 12 tahun, Berit dan Nils, tinggal di dua kota yang berbeda di Norwegia dan saling berkorespondensi dengan menulisi sebuah buku yang mereka kirimkan bolak balik di antara mereka. Dalam buku-surat itu mereka membahas misteri yang melingkupi seorang perempuan tua bernama Bibbi Bokken dan sebuah "perpustakaan ajaib". Seiring berjalannya cerita kita diajak untuk mengetahui seperti apakah perpustakaan ajaib itu, siapa Bibbi Bokken sebenarnya, dan mengapa ia tampaknya tahu berbagai hal mengenai Nils dan Berit. Benarkah ada konspirasi di sini?

Ketegangan dan misteri yang ada cukup membuat saya tak ingin lepas dari buku ini hingga halaman akhir. Narasi kedua tokoh utama pun membuat jalan cerita tidak membosankan, baik itu karena kepolosan dan imajinasi mereka yang tinggi maupun sisipan humor — misalnya mengenai Nils yang sering agak narsis atau Berit yang sebagai ABG mulai mengenal yang namanya lipstik. Sebagai pecinta buku saya pun sering merasakan hal yang sama seperti dikisahkan dalam buku ini: melihat deretan buku-buku yang tak berujung dan menyadari bahwa sampai kapan pun saya mungkin tidak akan sanggup membaca semuanya. Tapi toh hal itu tidak membuat saya kecil hati, malah saya semakin ingin terus menceburkan diri dalam lautan buku, demi merasakan berjuta keajaiban yang ditimbulkan dengan merangkaikan 26 huruf saja. Jika Anda pecinta buku juga, tak ada salahnya membaca buku ini.

Indri: Buku terlama yang aku baca,
padahal ketika baca karya Gaarder yang lain Dunia Sophie, Misteri Solitaire, Putri Sirkus dan Lelaki penjual Dongeng, bisa langsung habis..

Buku ini kubaca sampe 1/2nya tapi karena nggak mudeng2.. akhirnya kutingglkan lamaaa sekali, mungkin hampir setahun nggak dibaca. akhirnya aku lanjutin juga 1/2 sisanya yang ternyata seru bangeettt!!! banyak banget istilah2 dunia perbukuan..buat kita yang macan buku gini sih pasti nyenengin banget..

Jule: Ein sehr schönes Jugendbuch für Bibliothekliebhaber, Buchliebhaber, Bibliothekare und Leute, die sich einfach nur gerne mit Literatur beschäftigen und schon immer mal wissen wollten, was Folio, eine Inkunabel, Dewey oder die Dezimalklassifikation ist. Nach dem Lesen ist man um einiges Schlauer, was Fachvokabular aus dem Bibliothekswesen anbelangt. Für mich war das alles nichts neues, aber für Laien durchaus interessant und auch für mich einfach nur niedlich aufbereitet. Der erste Teil (Briefwechsel zwischen Berit und Nils) war grandios, der zweite Teil hat leider etwas geschwächelt, die Erzählperspektive hat für meinen Geschmack zu häufig gewechselt, bzw. hätte besser gekennzeichnet werden sollen. Dafür einen Stern Abzug! Ansonsten sehr schön, ich werde das Buch weiterempfehlen.

Nadine: Cousin und Cousine schreiben ein Briefbuch, welches sie sich hin und herschicken. Sie treffen auf eine merkwürdige Person, die stänsig große Pakete bekommt und beschließen, sie unter die Lupe zu nehmen. Beide sind unheimlich literaturinteressiert. So kommt es, dass sie auf witzige und lehrreiche Art und Weise u.a auf Bibliografen, bibliophile Personen, Inkunabeln und Diuih (Dewey) stoßen.
Ich bin total begeistert von diesem Buch, weil es auf so nette Weise in das Bibliothekswesen und die Literatur einführt. Nils und Berit sind total klasse und ich würde jedem dieses nette Buch für Zwischendurch empfehlen!